Rational MInd Bukan Untuk Anak Autis

Rational MInd Bukan Untuk Anak Autis

Proses penyusunan program di benak manusia terjadi sejak janin masih dalam kandungan sang ibu hingga berusia 6 tahun. Segala hal yang dikatakan oleh orang tuanya atau siapa pun yang membesarkannya akan diterima sebagai sebuah kebenaran terlepas dari validitas kebenarannya karena belum adanya database atau memori yang dijadikan pembanding. Apa saja yang dideteksi inderanya akan diterima tanpa filter untuk dijadikan data yang tersimpan secara kuat dalam alam bawah sadar sang anak. Karena itu sangat mudah mengajar anak pada rentang usia ini sebelum filter terbentuk. Segala yang masuk inderanya akan diterimanya secara bulat-bulat tanpa bantahan atau sanggahan. Selama enam tahun ini sang anak bukan hanya belajar menerima hal baru, tetapi juga belajar menata semua data berdasarkan sistem pengelompokan yang diajarkan oleh mereka yang dekat dengan hidupnya, terutama orang tuanya. Dengan bertambahnya usia, data yang masuk akan makin banyak sehingga bisa dijadikan dasar (sudah menjadi database) untuk membandingkan informasi baru yang terpantau oleh indera sang anak.

Setelah data tersusun dalam kerangka tertentu, sang anak sudah mulai bisa membedakan informasi yang satu dengan yang lain dan memahami keterpautannya satu dengan yang lain berdasarkan apa yang telah dipelajarinya selama 6 tahun. Bertolak dari kerangka tersebut, sang anak sudah bisa membuat perbandingan satu hal dengan lainnya, berekspektasi, dan menilai (judge). Kini sang anak telah memiliki software yang bisa digunakan untuk membuat keputusan hingga akhir hidupnya. Dengan software ini di benaknya, sang anak telah menjadi anak yang rational. Rational –dari akar kata ratio yang maknanya perbandingan— merupakan kata sifat yang disematkan pada mereka yang trampil membandingkan segala sesuatu yang didengar maupun dilihatnya berdasarkan apa yang telah diketahuinya, atau image atau memory yang tersimpan pada databasenya. Kata rational ini bukan untuk anak autis yang tidak memiliki software atau yang softwarenya gagal dibangun (bila masalahnya sudah muncul sejak lahir) atau yang rusak (bila terkena demam tinggi entah karena vaksinasi atau lainnya yang merontokkan sel otaknya atau jaringannya), sehingga tidak memiliki database yang memadai). Untuk membangun database yang kokoh, yang berisi images yang utuh dan tertata rapi berdasarkan sistem pengelompokan yang teratur dan terstruktur, jalinan sel otaknya perlu dirakit ulang.

Comments

  1. Hi nice ar utek :-)

Speak Your Mind

*