Bahan Bakar (Energi) & Bahan Baku (Makanan)

Bahan Bakar (Energi) & Bahan Baku (Makanan)

Kekeliruan bernalar tentang sumber energi bisa fatal akibatnya terutama bila anak kita tengah sakit. Masih banyak dari kita yang naif sehingga kita memberi makanan ekstra sewaktu anak kita lemah lunglai. Akibatnya, kita hanya membebani tubuh anak kita dengan ekstra makanan tersebut. Alih-alih kita memulihkan tubuh anak kita, kita malah memperburuk keadaannya saja.

Bahwasanya tenaga kita akan berkurang sewaktu kita makan, bukan bertambah, tidak berarti kita tidak perlu makan! Kita akan mati bila kita berhenti makan. Tanpa pasokan makanan terus menerus, badan kita akan bisa bertahan dengan menghisap asupan energi yang melekat di tubuh kita, dan bila ini berlangsung beberapa hari berturut-turut, badan kita akan menjadi kurus. Dan kita akan mengakhiri hidup kita bila penyerapan ini terus berlangsung.

Makanan berfungsi sebagai bahan baku, bukan bahan bakar yang membakar bahan baku. Bahan baku (makanan) yang masuk ke badan kita diubah oleh bahan bakar (energi yang kita peroleh sewaktu kita tidur) menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh badan kita. Paramhansa Yogananda (maestro yoga yang lahir pada 5 Januari 1893) memaparkan bahwa makanan itu seperti air yang kita isi di accu (batttery) mobil kita yang bila tidak kita isi akan habis dan bila habis kita harus men-charge accu nya lagi dari sumber lain.

Analogi di atas berlaku pada tubuh kita yang membutuhkan bahan baku (makanan dan minuman) untuk menggantikan sel-sel badan kita yang telah layu dan mati. Siklus hayati ini berlangsung bila ada energi (bahan bakar) yang bisa mengkonversi makanan tersebut menjadi sel-sel baru, dan, yang jauh lebih penting lagi, untuk terus hidup. Kelangsungan hidup kita (tubuh) hanya bergantung pada makanan secara tidak langsung, tetap sangat bergantung secara langsung pada energi semesta (the cosmic energy) yang mengalir secara terus menerus ke tubuh kita melalui jalur medulla oblongata yang terletak pada batang otak kita. Di dasar otak ini lah kita divine energy (chi atau prana) mengalir ke tubuh kita dan membuat kita tetap hidup.

Comments

  1. teguh keling says:

    sy sgt tertarik dgn artikel2 Bpk, dan ingin sekali berguru pd Bpk, tp krn jarak yg terlalu jauh (sy di Kebumen) jd sy sudah cukup berterimakasih hanya dengan membaca artikel2 Bpk yg sy anggap itu merupakan sekolah on line, walaupun secara jujur tetep sj kurang puas, tp bagaimanapun terimakasih sekali lagi tentang info yg berharga ini

    • Steve Susanto says:

      Pak Teguh, terima kasih atas ketertarikan Bapak. Jangan ragu untuk urun rembuk. Kita saling belajar. Saya percaya suatu saat kita akan berjumpa. Salam.

  2. Yohanes Subiyanto HS says:

    Saya tertarik dengan energi Roh Kudus dalam menanggulangi penderitaan manusia di bumi. Denagn melalui minyak urapan dan dengan karunia Tuhan secara mujoizad dapat sembuh.
    Salam.

Speak Your Mind

*