Bagaimana Raga Bergerak?

Bagaimana Raga Bergerak?

Jiwa perlu energi untuk menggerakkan raga, dan energi ini adalah kekuatan (force) yang hidup dan menghidupi. Kita menyebutnya life force atau bioenergi. Bioenergi yang juga disebut Prana di India atau Chi (Qi) di Cina atau Ki di Jepang adalah penghubung antara jiwa dan raga. Tanpa bioenergi, jiwa tidak bisa menggerakkan raga. Kita (jiwa) tidak bisa memerintahkan lengan kanan kita untuk memegang telinga kiri kalau kita tidak mengerahkan energi ke lengan kanan kita. Tanpa pengerahan tenaga, lengan kanan kita tidak akan naik sekali pun kita perintahkan untuk naik. Sebaliknya, lengan kanan kita pun tidak akan naik untuk menggapai kuping kiri kita bila kita tidak memberi perintah untuk naik sekali pun kita telah menyalurkan energi ke lengan kanan (dan tangan) kita.

Kehendak (will) perlu energi untuk bisa bertindak. Dan ini lah salah satu Rahasia Autisme yang tersibak melalui penelitian saya selama lebih dari 17 tahun: anak autis kekurangan bioenergi untuk memadukan jiwa dan raganya. Anak autis tidak bisa menyetir kendaraannya untuk mengantarnya pergi berkeliling bumi atau menuju suatu tempat untuk menunaikan misinya di bumi ini. Dia bahkan tidak memahami keberadaannya (mengajari sebutan ”saya dan kamu” merupakan pekerjaan yang teramat sulit). Pada orang normal, kita cukup mengungkapkan kehendak kita untuk menjewer telinga kiri kita dengan tangan kanan, dan kehendak ini seketika mewujud, tapi pada anak autis kehendak ini tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari bioenergi untuk mewujudkan kehendak tersebut. Jiwa tidak bisa memberi perintah pada otak untuk mengirim energi ke tangan kanan melalui sistem saraf yang menghubungkan otak dengan lengan untuk menjalankan kehendaknya agar lengan kanan diangkat supaya tangan kanan bisa menjewer kuping kiri.

Speak Your Mind

*